TERNATE-Tiga Menteri Negara masing Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Ir. Lukman Edy, Menteri Pertanian serta Menteri Kehutanan. Kedatangan tiga Menteri ini di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara dalam rangka kegiatan “Indonesia Hijau 2009”.
Menurut salah satu staf Bagian Informasi dan Komunikasi Setda Kabupaten Halmahera Timur Muhammadnur Saumur, dalam menyambut kedatangan tiga Menteri tersebut, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur telah melakukan persiapan. Salah satu diantaranya telah terbentuk panitia.
Kegiatan tiga Menteri ini dipusatkan pada dua tempat yang berbeda yaitu, di Kota Maba, ibukota kabupaten Halmahera Timur dan kecamatan Subaim. “Masyarakat sangat anrusias menyambut kedatangan tiga menteri ini,” ujar Muhammadnur di Maba, Selasa, (11/11) sore tadi.
Dengan kedatangan tiga menteri sekaligus ke kabupaten Halmahera Timur, dinilai masyarakat setempat, bahwa pemerintah pusat sangat memperhatikan kabupaten paling timur di provinsi Maluku Utara ini.
Apalagi tambah Muhammadnur, kabupaten Halmahera selain masuk kategori kabupaten sangat tertinggal, juga Halmahera Timur merupakan salah satu kabupaten di Maluku Utara yang memiliki sumberdaya alam, terutama tambang terbesar di provinsi Maluku Utara.
Selain itu, Kabuapten Halmahera Timur juga merupakan daerah persawahan sekaligus menjadi lumbung beras di provinsi Maluku Utara. Beras dari Subaim kata Muhammadnur selain untuk kebutuhan Maluku Utara, juga diantarpulaukan ke provinsi terdekat, antara lain Ambon Maluku, Papua dan Papua Barat. (ais)
Selasa, 11 November 2008
Umar Hasan Dijagokan Penjabat Bupati Morotai
TERNATE-Setelah disahkannya Pulau Morotai menjadi kabupaten sendiri, terpisah dari kabupaten induk Halmahera Utara pada 29 Oktober lalu, kini masyarakat masih bertanya-tanya siapa yang bakal menjadi penjabat bupati di pulau penghasil besi putih itu.
Memang, ada sejumlah nama yang muncul dan diprediksi bakal menempati posisi itu seperti Umar Hasan, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Pemda Provinsi Maluku Utara, Mochtar Daeng Barang, Asisten Bidang Pemerintahan serta Umra Langasa, Kepala Badan Diklat Provinsi Maluku Utara.
Namun dari tiga nama itu, Umar Hasan paling dijagokan untuk menjadi penjabat bupati kabupaten Pulau Morotai. Alasannya, Umar selain pernah menjadi penjabat bupati kabupaten induk Halmahera Utara, mantan kepala perwakilan Provinsi Maluku Utara di Jakarta ini pernah menjadi camat kurang hampir empat tahun di wilayah itu. Sehingga dia lebih memahami betul kondisi daerah itu.
Meski begitu, Mochtar Daeng Barang, Asisten I Setda Provinsi Maluku Utara belum berani memastikan, siapa yang bakal diplot menjadi penjabat bupati untuk mempersiapkan organisasi hingga pemilihan bupati definitif nanti.
Menurut Mochtar, pengisian penjabat bupati di kabupaten Pulau Morotai merupakan kewenangan gubernur. Belum adanya tindaklanjut penempatan penjabat bupati karena kata Mochtar, hingga saat ini baik pemerintah provinsi maupun kabupaten Halmahera Utara sebagai kabupaten induk masih sementara mempersiapkan administrasi pemisahan Morotai dari kabupaten induk.
Bahkan Pemda provinsi dan Pemda Halmahera Utara telah menemui Dirjen Otonomi Daerah Depdagri diperoleh keterangan, setelah satu bulan Morotai ditetapkan menjadi kabupaten baru, maka terlebih dahulu dipersiapkan kelengkapan administrasi pemisahan dari kabupaten induk.
Sesuai UU jelas Mochtar, peresmian kabupaten dapat dilakukan maksimal enam bulan setelah disahkan DPR. Karena itu, Mochtar meminta agar masyarakat Morotai tidak terpengaruh dengan lambatnya peresmian kabupaten tersebut. “Tidak mudah begitu disahkan langsung jadi kabupaten, karena terlebih dahulu harus ada kesiapan administrasi. Ini hanya persoalan waktu saja. Yang paling penting, Morotai sudah sah menjadi kabupaten baru,” tandasnya.
Memang, ada sejumlah nama yang muncul dan diprediksi bakal menempati posisi itu seperti Umar Hasan, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Pemda Provinsi Maluku Utara, Mochtar Daeng Barang, Asisten Bidang Pemerintahan serta Umra Langasa, Kepala Badan Diklat Provinsi Maluku Utara.
Namun dari tiga nama itu, Umar Hasan paling dijagokan untuk menjadi penjabat bupati kabupaten Pulau Morotai. Alasannya, Umar selain pernah menjadi penjabat bupati kabupaten induk Halmahera Utara, mantan kepala perwakilan Provinsi Maluku Utara di Jakarta ini pernah menjadi camat kurang hampir empat tahun di wilayah itu. Sehingga dia lebih memahami betul kondisi daerah itu.
Meski begitu, Mochtar Daeng Barang, Asisten I Setda Provinsi Maluku Utara belum berani memastikan, siapa yang bakal diplot menjadi penjabat bupati untuk mempersiapkan organisasi hingga pemilihan bupati definitif nanti.
Menurut Mochtar, pengisian penjabat bupati di kabupaten Pulau Morotai merupakan kewenangan gubernur. Belum adanya tindaklanjut penempatan penjabat bupati karena kata Mochtar, hingga saat ini baik pemerintah provinsi maupun kabupaten Halmahera Utara sebagai kabupaten induk masih sementara mempersiapkan administrasi pemisahan Morotai dari kabupaten induk.
Bahkan Pemda provinsi dan Pemda Halmahera Utara telah menemui Dirjen Otonomi Daerah Depdagri diperoleh keterangan, setelah satu bulan Morotai ditetapkan menjadi kabupaten baru, maka terlebih dahulu dipersiapkan kelengkapan administrasi pemisahan dari kabupaten induk.
Sesuai UU jelas Mochtar, peresmian kabupaten dapat dilakukan maksimal enam bulan setelah disahkan DPR. Karena itu, Mochtar meminta agar masyarakat Morotai tidak terpengaruh dengan lambatnya peresmian kabupaten tersebut. “Tidak mudah begitu disahkan langsung jadi kabupaten, karena terlebih dahulu harus ada kesiapan administrasi. Ini hanya persoalan waktu saja. Yang paling penting, Morotai sudah sah menjadi kabupaten baru,” tandasnya.
Senin, 10 November 2008
PKB Dukung Presiden Muda
TEMANGGUNG-Partai Kebangkitan Bangsa mendukung kepemimpinan nasional dipegang oleh kaum muda, termasuk presiden. Kepemimpinan muda sangat penting sebagai upaya regenerasi, kaderisasi, penyegaran ide dan semangat. Selain itu, berbeda dengan pemimpin tua yang sudah diketahui rekam jejaknya, para anak-anak muda cenderung masih bersih, sehingga perlu diberi kesempatan memimpin.
Demikian dikatakan salah seorang Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding, di sela-sela acara pemantapan caleg legislatif DPRD dan DPR dari daerah pemilihan Jateng VI, di ruang pertemuan Daun Mas Resto, Temanggung, Minggu (9/11). Dapil Jateng VI sendiri meliputi 5 kabupaten, yakni Wonosobo, Temanggung, Purworejo, Kabupaten Magelang dan Kodya Magelang.
''Kita tahu, bagian dari agenda reformasi PKB adalah mendorong kepemimpinan nasional dari kaum muda, baik presiden maupun level-level di bawahnya, seperti wakil presiden dan menteri-menterinya,'' tutur dia.
Menurutnya, calon-calon pemimpin muda yang ada sekarang ini, adalah merupakan aktivis angkatan 1985 ke atas. Mereka merupakan anak-anak muda yang pernah mengalami masa-masa sulit, karena harus berjuang melawan keotoriteran rezim orde baru di bawah Soeharto.
''Mereka lahir dan telah teruji di masa-masa yang sulit tersebut, jadi sepantasnya kalau kali ini kita coba kasih kesempatan. Siapa tahu bisa seperti Obama (Barrack Obama, Presiden AS yang baru, red),'' ungkap dia.
Dia mengatakan, meski tidak ada jaminan, akan tetapi jika kepemimpinan nasional oleh kaum muda, akan memunculkan harapan yang lebih besar akan terjadinya perubahan kehidupan ke arah yang lebih baik. Nantinya semua pihak harus pula tetap ikut mengawal, agar keadaan negeri ini bisa lebih baik.
Sementara itu, meski mendukung kaum muda menjadi presiden, namun PKB belum mengeluarkan keputusan resmi mengenai hal itu, juga soal koalisi dalam Pilpres 2009 nanti. Hari ini partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar tersebut rencananya akan melaksanakan rapat kerja nasional (rakernas), dengan acara simposium nasional 13 agenda strategis membangun bangsa, pengkajian strategi pemenangan pemilu dan membahas aspirasi daerah. ''Dalam rakernas itu tidak menutup kemungkinan, akan dibahas soal capres dan wapres, apabila ada aspirasi dari daerah-daerah,'' ujarnya. (sm)
Demikian dikatakan salah seorang Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding, di sela-sela acara pemantapan caleg legislatif DPRD dan DPR dari daerah pemilihan Jateng VI, di ruang pertemuan Daun Mas Resto, Temanggung, Minggu (9/11). Dapil Jateng VI sendiri meliputi 5 kabupaten, yakni Wonosobo, Temanggung, Purworejo, Kabupaten Magelang dan Kodya Magelang.
''Kita tahu, bagian dari agenda reformasi PKB adalah mendorong kepemimpinan nasional dari kaum muda, baik presiden maupun level-level di bawahnya, seperti wakil presiden dan menteri-menterinya,'' tutur dia.
Menurutnya, calon-calon pemimpin muda yang ada sekarang ini, adalah merupakan aktivis angkatan 1985 ke atas. Mereka merupakan anak-anak muda yang pernah mengalami masa-masa sulit, karena harus berjuang melawan keotoriteran rezim orde baru di bawah Soeharto.
''Mereka lahir dan telah teruji di masa-masa yang sulit tersebut, jadi sepantasnya kalau kali ini kita coba kasih kesempatan. Siapa tahu bisa seperti Obama (Barrack Obama, Presiden AS yang baru, red),'' ungkap dia.
Dia mengatakan, meski tidak ada jaminan, akan tetapi jika kepemimpinan nasional oleh kaum muda, akan memunculkan harapan yang lebih besar akan terjadinya perubahan kehidupan ke arah yang lebih baik. Nantinya semua pihak harus pula tetap ikut mengawal, agar keadaan negeri ini bisa lebih baik.
Sementara itu, meski mendukung kaum muda menjadi presiden, namun PKB belum mengeluarkan keputusan resmi mengenai hal itu, juga soal koalisi dalam Pilpres 2009 nanti. Hari ini partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar tersebut rencananya akan melaksanakan rapat kerja nasional (rakernas), dengan acara simposium nasional 13 agenda strategis membangun bangsa, pengkajian strategi pemenangan pemilu dan membahas aspirasi daerah. ''Dalam rakernas itu tidak menutup kemungkinan, akan dibahas soal capres dan wapres, apabila ada aspirasi dari daerah-daerah,'' ujarnya. (sm)
Langganan:
Postingan (Atom)